Perjalanan Melayat Sukmeh Tercinta 29/1-1/2/2026
🤍 Catatan Perjalanan Perjalanan ini dimulai dengan lelah, bahkan sebelum benar-benar sampai tujuan. Dari Bali ke Halim, pesawat terlambat, tapi hidup tetap berjalan. Dari Halim aku melanjutkan dengan Grab ke stasiun KCIC whossh , lalu naik kereta cepat Indonesia–China menuju Padalarang. Tiga puluh menit. Terlalu cepat sampai rasanya seperti waktu dipercepat oleh Tuhan sendiri. Ironisnya, justru kereta feeder ke Kebon Kawung yang terasa lambat. Sembilan belas menit yang panjang, seolah mengingatkanku bahwa tidak semua bagian hidup harus cepat. Sampai di Kebon Kawung, Puji Tuhan, aku berada di sekitar Paskal Hyper Square. Menggeret koper, naik angkot jurusan Stasiun–Lembang, lalu bertemu di Paskal. Dari sana kami langsung menuju Bumi Baru, ruang A, untuk melayat. Aku ada di rumah duka dari sore sampai malam. Banyak yang menawarkan tempat menginap, bahkan bosku sendiri memintaku tinggal di rumahnya. Tapi aku menolak. Aku bilang masih ada janji dengan teman, padahal dalam hati...