Permata Kelembutan & Resolusi 2020

Hari ini Senin, 30 Desember 2019 banyak orang berkata waktu begitu cepat berlalu. Apakah Anda pernah mengucapkan hal yang sama tidak?

Dibenakku masih tergiang lontaran ucapan pertanyaan kakak sepupu perempuan saat berlibur di Serpong. Cie Lena namanya, kurang lebih dia bertanya seperti ini, "Mau bikin resolusi 2020 apa ?". Dia juga bilang, "Perlu lho". Saat itu hanya tersenyum namun dipikir-pikir betul itu perlu juga. "Ayo teman-teman sudah terpikir buat resolusi 2020 atau belum?"

Nah saat ini ceritanya aku masih menyusun resolusi apa aja, tapi salah satunya pengen aktif menulis di blog plus pengen rajin saat teduh, honestly at 2019 my time with God aku rasa masih kurang. 

Dari kedua hal diatas yaitu pengen nulis di blog & displin saat teduh.  Muncul ide berbagi bahan saat teduh yang kubaca dari buku  tentang Perjalanan Saat Teduh bersama Wanita-wanita dalam Alkitab Selama Satu Tahun. Judul bukunya Women Who Loved God (Wanita-wanita yang Mengasihi Allah).

Berikut kutipan yang berjudul
                   "Permata Kelembutan" 

Perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah , 1 Petrus 3:4.

Apakah Anda telah membaca dengan seksama kata-kata yang suci dari ayat Kitab Suci yang tertulis di atas? 
Selama berabad-abad, kata kata yang indah ini telah menggerakkan wanita-wanita yang mengasihi Allah untuk menghiasi manusia batiniah mereka yang tersembunyi dengan roh yang lemah lembut & tenteram dari Allah.

Kelemahlembutan dan ketenteraman - dua sifat ini begitu berharga di mata Allah yang sangat kita cintai ! 

Tetapi banyak wanita (mungkin Anda juga ?) bertanya-tanya, "Sebenarnya seperti apakah roh yang lemah lembut dan tenteram itu? 
Bagaimana supaya saya bisa menggenakan dua permata cantik dari perhiasan yang indah ini?"

Sebuah penjelasan sederhana menjawab pencarian kita akan sikap yang lemah lembut dan tenteram ini. 

Lemah lembut berarti "tidak menciptakan gangguan," dan tenteram berarti "menyikapi dengan tenang gangguan yang disebabkan oleh orang lain."
Hari ini kita belajar dulu kelemah-lembutan, dan kita belajar ketenteraman besok.

Lemah lembut berarti tidak menciptakan gangguan. Renungkan penjelasan ini dengan kehidupan dan teladan Yesus.
Saat menjelaskan diriNya sendiri, Yesus mengatakan, "Aku lemah lembut dan rendah hati" (Matius 11:29). Lebih jauh lagi, Ia yang adalah Raja atas alam semesta mendatangi kita bukan sebagai pahlawan penakluk yang hebat yang memimpin sepasukan tentara, tetapi sebagi orang yang rendah hati dan lemah lembut yang duduk di atas seekor keledai (Matius 21:5), yang menolak untuk membantah, bertindak, atau bahkan memutuskan buluh yang patah terkulai (Matius 12:19-20).

Kita dipanggil bukan untuk melawan, menentang, dan bertikai, tetapi untuk menjadi lemah lembut, halus, sabar dan menahan diri.
Kebalikan dari menjadi kasar, menyerang, atau melawan, membuat gusar orang lain, dan menimbulkan gangguan, kita dipanggil untuk menunjukkan semua yang menarik, menyenangkan dan ramah. Ini panggilan yang mulia ! 

Apakah Anda ingin mengenakan permata kelemah-lembutan? Kalau ya, kenakanlah Tuhan Yesus Kristus terlebih dahulu (Roma 13:14). Dengan Yesus sebagai kepala dan perhiasan dasar Anda, kelemah-lembutannya akan nyata sementara Anda berjalan menyusuri kehidupan...dengan lemah lembut dan tidak menciptakan gangguan! 

Semoga para wanita yang dikasihi Allah merasakan kecantikan yang lemah lembut yang Allah sediakan bagi Anda sebagai salah seorang wanita yang dipilihNya. Amin

See you tomorrow, with love from Tasikmalaya.
Verena Lie

















Comments

Popular posts from this blog

Doa Legio Maria, Doa Tessera, Doa Catena Legionis, Doa Untuk Memohon Beatifikasi Hamba Allah Frank Duff

Retret Awal Lembah Karmel Cikanyere, My diary with God part 90

Catatan bersama Tuhan part 59 : Loh Hati