Murung di Hari ke-3 & Jagalah Hati !

Ya ampun, aku sampai lupa kalo hari ini Jumat pertama, umumnya setiap Jumat pertama awal bulan pasti kusempatkan mengikuti Perayaan Ekaristi di Gereja. 

Entah kenapa, hari ini bangun kesiangan, aku merasa wajar karena tidur kan musti cukup. 
Masalah mulai muncul saat tengah hari gara-gara komunikasi dalam chat WA dengan seorang Ibu yang bikin aku kesal.

Hari ini Tuhan masih mengasihiku dengan limpahan berkatNya.

Tapi tetap aja aku nga full sukacita dan makanya aku beri judul murung. 
Seperti di awal aku bilang penyebab murungku adalah gara-gara masalah komunikasi. Secara manusia, aku pengen blokir deh nomor wa seseorang yang selalu bikin aku kesal karena komunikasi dengannya selalu tidak nyambung.

Aneh lho, sudah sekian lama aku merasa hidup baik baik aja, tidak ada perasaan marah atau kesal, hari ini aku sulit memaafkan orang tersebut.

Kemaren sore ada 1 quote yang bagus yang dilontarkan Frater Revi saat Rapat Legio Maria Presidium Bunda Hati Kudus. Bunyinya sbb : 

Rasa benci itu lebih menyakiti diri sendiri, daripada menyakiti orang yang kita benci. 

Roh Kudus ingatkan quote itu saat aku maunya memblokir WA orang yang bikin aku kesal di siang hari.

Sekarang hari sudah malam Pk. 21.37, waktu aku sama Tuhan sebenarnya ditempatkan nomor berapa? 

Waktu sungguh tidak berasa, hari ini jika sedang kesal aku nga mood metik gitar padahal jika bermain gitar, otomatis aku akan menyanyi lagu pujian buat Tuhan.
Jadi yah betul perasaan kesal itu merugikan !
Hanya tetap saja karena kejadiannya masih hari ini aku masih menyimpan perasaan "bete".

Walau pun sedang kurang semangat, aku coba tetap menulis saat teduh hari ini : 

Masih bercerita tentang tokoh Hawa.  Hawa yang jelas bersalah karena mendengarkan kata-kata si pengoda, karena memakan buah pohon yang dilarang dan melibatkan suaminya dalam pemberontakan. 

Saat kegelapan nampak dalam hidupnya, Hawa melihat secercah cahaya dan pengharapan. 
Nama Hawa...ibu semua yang hidup. 
Nama yang mencerminkan peran yang ia miliki dalam sejarah kerohanian. 
Sebuah harapan untuk masa depan.

Saat ini aku merasa buku ini terlalu idealis. Tertulis sbb : 
Apakah Anda menyadari bahwa hidup Anda yang berharga ini sangat berarti ? 
Anda memiliki hidup untuk diberikan dan dibagikan kepada orang lain. 
Bagaimana caranya : 


  • Anda memberikan kehidupan melalui usaha Anda secara fisik untuk memperhatikan orang lain
  • Anda membagikan kehidupan rohani dengan menceritakan Yesus kepada orang lain
  • Anda adalah nafas keluarga, membawa tawa dan sukacita kepada orang lain
  • Anda mewariskan kehidupan fisik kepada putra-putri Anda
  • Anda juga dapat mewariskan kehidupan kekal kepada putra-putri Anda dengan mengajarkan Injil Yesus Kristus kepada mereka
Jadi, tetapkanlah tahun ini sebagai masa untuk memberi makan kehidupan rohani Anda dengan menancapkan akar Anda jauh ke dalam kasih Allah.Hidup Hawa berasal dari Tuhan. Demikian juga hidup kita.
Tuhanlah yang menjadi kekuatan bagi hidupnya. Semua energi kehidupan, tujuan hidup, semua yang Anda miliki dalam kehidupan yang dapat Anda wariskan kepada orang lain, bersumber dari Tuhan.
Nampaknya di hari ke-3 aku mulai keteteran nulis tiap hari, dari buku Women Who Loved God. Aku lebih suka renungan singkat Joel Ostoen "Mencapai Potensi Hidup yang Maksimal" yang seperti ini bunyi renungan tgl 3 Januari. ...temukan kekuatan dibalik pikiran dan perkataanmu.Target utama serangan musuh adalah pikiranmu. Ia tahu sekiranya ia berhasil mengendalikan dan memanipulasi apa yang Anda pikirkan, maka ia akan berhsail mengendalikan dan memanipulasi seluruh kehidupanmu.
Sungguh, pikiran menentukan prilaku, sikap dan gambar diri.Pikiran menentukan tujuan. Itulah sebabnya Alkitab memperingatkan kita untuk senantiasa menjaga pikiran. 
Firman Tuhan yang terbersit sekarang adalah Jagalah hati.Begini bunyinya : Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.Amsal 4:23
Tuhan saat ini aku mohon maaf jika belum bisa memaafkan dengan iklas, aku perlu waktu untuk memikirkan apa yang sebaiknya aku putuskan. 
Masih ada bacaan Alkitab setahun yang mau aku baca. Aku mohon Roh Kudus bantu aku untuk memahami dan belajar menerapkan. Perintah Tuhan mengenai Kasih saat ini berat aku praktekkan. Tapi hanya berkat pertolongan Tuhan apa yang aku pikirkan bisa Tuhan ubah menjadi kebaikan bagi hidupku. 











Comments

Popular posts from this blog

Doa Legio Maria, Doa Tessera, Doa Catena Legionis, Doa Untuk Memohon Beatifikasi Hamba Allah Frank Duff

Retret Awal Lembah Karmel Cikanyere, My diary with God part 90

Catatan bersama Tuhan part 59 : Loh Hati