Amsal 26 dan saat aku lemah, my diary with God part 74

          Wah untung Cici sepupu nanya berulang-ulang tanggal berapa hari ini. Aku langsung wah tgl. 26 dan belum baca Amsal 26.
Jadi barusan aku baca dan copy ya.

Seperti salju di musim panas dan hujan pada waktu panen, demikian kehormatan pun tidak layak bagi orang bebal.  Seperti burung pipit mengirap dan burung layang-layang terbang, demikianlah kutuk tanpa alasan tidak akan kena.  Cemeti adalah untuk kuda, kekang untuk keledai, dan pentung untuk punggung orang bebal.  Jangan menjawab orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan engkau sendiri menjadi sama dengan dia.  Jawablah orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan ia menganggap dirinya bijak.  Siapa mengirim pesan dengan perantaraan orang bebal mematahkan kakinya sendiri dan meminum kecelakaan.  Amsal di mulut orang bebal adalah seperti kaki yang terkulai dari pada orang yang lumpuh.  Seperti orang menaruh batu di umban, demikianlah orang yang memberi hormat kepada orang bebal.  Amsal di mulut orang bebal adalah seperti duri yang menusuk tangan pemabuk.  Siapa mempekerjakan orang bebal dan orang-orang yang lewat adalah seperti pemanah yang melukai tiap orang.   Seperti anjing kembali ke muntahnya, demikianlah orang bebal yang mengulangi kebodohannya.  Jika engkau melihat orang yang menganggap dirinya bijak, harapan bagi orang bebal lebih banyak dari pada bagi orang itu.  Berkatalah si pemalas: “Ada singa di jalan! Ada singa di lorong!”  Seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempat tidurnya.  Si pemalas mencelupkan tangannya ke dalam pinggan, tetapi ia terlalu lelah untuk mengembalikannya ke mulutnya.  Si pemalas menganggap dirinya lebih bijak dari pada tujuh orang yang menjawab dengan bijaksana.  Orang yang ikut campur dalam pertengkaran orang lain adalah seperti orang yang menangkap telinga anjing yang berlalu.  Seperti orang gila menembakkan panah api, panah dan maut,  demikianlah orang yang memperdaya sesamanya dan berkata: “Aku hanya bersenda gurau.”  Bila kayu habis, padamlah api; bila pemfitnah tak ada, redalah pertengkaran.  Seperti arang untuk bara menyala dan kayu untuk api, demikianlah orang yang suka bertengkar untuk panasnya perbantahan.  Seperti sedap-sedapan perkataan pemfitnah masuk ke lubuk hati.  Seperti pecahan periuk bersalutkan perak, demikianlah bibir manis dengan hati jahat.  Si pembenci berpura-pura dengan bibirnya, tetapi dalam hati dikandungnya tipu daya.  Kalau ia ramah, janganlah percaya padanya, karena tujuh kekejian ada dalam hatinya.  Walaupun kebenciannya diselubungi tipu daya, kejahatannya akan nyata dalam jemaah.  Siapa menggali lobang akan jatuh ke dalamnya, dan siapa menggelindingkan batu, batu itu akan kembali menimpa dia.  Lidah dusta membenci korbannya, dan mulut licin mendatangkan kehancuran.
Amsal 26:1‭-‬28 TB
https://bible.com/bible/306/pro.26.1-28.TB

Puji syukur perjalanan dan rencana jadwal Tasik ke Bandung berjalan baik. Kemudian menginap di tempat baru yang very welcome.

Tadi pagi sempat diingatkan Tuhan sbb :

Ku sembah Kudus Kudus ......


Tidak berasa sudah PK. 24.00.
Thank you Lord 😍


Comments

Popular posts from this blog

Doa Legio Maria, Doa Tessera, Doa Catena Legionis, Doa Untuk Memohon Beatifikasi Hamba Allah Frank Duff

Retret Awal Lembah Karmel Cikanyere, My diary with God part 90

Catatan bersama Tuhan part 59 : Loh Hati