Catatan kecil bersama Tuhan part 32. : Belajar dari Rajawali seri ke-1

    Special tulisan kali ini aku tulis di pagi hari. Entah kenapa pengen nulis tema Rajawali.
Ada kenangan indah : aku selalu senang saat menyaksikan ada burung rajawali terbang di udara, itu aku alami saat tinggal di daerah kota Puncak, Bogor.

         Seminggu sekali biasanya hari Sabtu pagi selalu ada Rajawali terbang dan suka ingat lagu pujian Bagai Rajawali dan dikuatkan lagi dengar ayat dalam Yesaya 40:31


         Tulisan tentang Rajawali ini akan berseri karena banyak yang aku pelajari. Namun aku paling suka dari webnya Friend of God Ministry. Jadi kali ini banyak aku kutip dari sana.

         Rajawali mampu bertahan hidup sampai 120 tahun, wow ! Seekor rajawali dewasa tinggi sekitar 90 cm, bentangan sayap sepanjang 2 meter. Ia bisa membangun sarangnya yang sangat besar dan sangat nyaman di puncak gunung. Sarangnya saja bisa mencapai 700 kg beratnya.

          Di seri ke-1 ini kita belajar dari bayi rajawali yah !
Di atas puncak gunung, sang induk rajawali menetaskan telor dan muncullah sang bayi.
Layaknya bayi sukanya hanya makan dan tidur. Di sarangnya yang nyaman, setiap hari sang induk mencari makan dan menyuapi mulut bayinya, sudah kenyang, tidur lagi. Siklus ini berjalan beberapa minggu.

         Sampai suatu hari sang induk kali ini tanpa makanan hanya berputar-putar di atas sarangnya lalu ia terbang dengan kecepatan tinggi menuju sarang dan ditabraknya sarang itu, digoncang-goncang, ia merenggut anaknya dan dibawa terbang tinggi. Secara tiba-tiba ia menjatuhkan bayinya...iii bayangkan !

        Sang bayi berusaha terbang tapi gagal, beberapa saat jatuh melayang ke bawah mendekati batu karang. Sebelum anaknya terluka sang induk mengangkatnya lagi.
Ini dilakukan berulang kali setiap hari, hingga dalam waktu satu minggu anaknya sudah belajar, sayapnya sudah mulai kuat untuk terbang.

         Nah, mungkin kita seperti bayi rajawali, terlalu nyaman.  "Makanan rohani" nunggu diberi.  Selesai ibadah kita pulang dan "tidur". Lupa melakukan firmanNya. Tidak berbuah tapi saat beban berat yang dicari Tuhan.

          Saat ada goncangan, Bapa di Surga sedang melatih kita untuk lebih dewasa, agar kita siap untuk terbang. Dewasa dalam iman.

          Beban, pergumulan boleh ada, tapi bawa terus dalam doa dan mulai membaca firmanNya, kebenaran dan janji-janji Tuhan sumber kekuatan hidup kita.

              Tuhan mau kita merentangkan sayapnya. Sang induk rajawali melatih anaknya untuk memakai sayapnya.
Tuhan sedang melatih kita untuk mempercayai firmanNya. Sesuai waktu Tuhan semua janji Tuhan akan digenapi dalam hidup kita.  Semoga kita bisa semakin berakar dalam pada Yesus, "air hidup" kita. Amin



       

Comments

Popular posts from this blog

Doa Legio Maria, Doa Tessera, Doa Catena Legionis, Doa Untuk Memohon Beatifikasi Hamba Allah Frank Duff

Retret Awal Lembah Karmel Cikanyere, My diary with God part 90

Catatan bersama Tuhan part 59 : Loh Hati