Catatan kecil bersama Tuhan part 33 : Belajar dari Rajawali seri ke-2

        Di seri ke-1 kemaren kita belajar semua bayi rajawali harus belajar untuk terbang. Jadi kita pun belajar mengalami pertumbuhan rohani, dewasa dalam iman. Bertekun dalam doa dan belajar Firman terutama mempraktikkan.
         Ibrani 5 : 13 Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.

           Waduh jadi anak kecil melulu kan repot. Manja dan kalau pengen sesuatu merengek, suka rewel.

         Nah di seri ke-2 kita mau belajar tentang Rajawali diciptakan untuk tinggal di tempat tinggi dan terbang di tempat-tempat yang tinggi, jauh dari pandangan mata telanjang dan jauh dari jangkauan para pemburu.
        
        Rajawali memiliki keunikan, jika ia berada di alam bebas, akan menjadi burung yang paling bersih di antara burung lainnya, tapi jika dia berada di dalam ‘penjara’dan terikat, ia akan menjadi burung yang paling kotor (hal ini dikarenakan rajawali mengkonsumsi makanan yang berbeda dengan burung lainnya).

       Tuhan menciptakan kita untuk selalu terbang dan berada di tempat yang tinggi, yaitu selalu berada dalam hadiratNya dan bebas dari kontrol dunia. Jika orang kristen berada dalam ikatan-ikatan duniawi, ia akan menjadi orang yang terbawa arus duniawi. Misalnya mementingkan kekayaan, popularitas, lupa kemuliaan Tuhan.




Catatan khusus dari aku : Biasa aku tulis catatan harian bersama Tuhan kan malam hari, ini pagi hari sebenarnya Tuhan mengingatkan satu hal masa Tuhan di agendakan terakhir malam hari. Walah hehe.

Padahal dalam mazmur ada lho : 
Tuhan, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagiMu, dan aku menunggu-nunggu.

Nah sebenarnya Tuhan senang baik pagi hari dan di penghujung malam hari kita tetap datang padaNya. 

Yes, Tuhan memang hebat !!!

Selamat beraktifitas 😍🤗 big hug from me...




Comments

Popular posts from this blog

Doa Legio Maria, Doa Tessera, Doa Catena Legionis, Doa Untuk Memohon Beatifikasi Hamba Allah Frank Duff

Retret Awal Lembah Karmel Cikanyere, My diary with God part 90

Catatan bersama Tuhan part 59 : Loh Hati