Catatan kecil bersama Tuhan part 41 : Pernahkah kecewa?

Pernahkah engkau merasa kecewa ?
Mengapa ?
Coba jawab sejenak.........

Hari ini masih di buku saat teduh "Mutiara Kehidupan Wanita" ada ilustrasi kisah yang sangat bagus.

Judul renungannya : Saya kecewa !!!
Bacaan : Ibrani 4:14-16

Suatu hari dalam keadaan hamil tua, seorang suami minta tolong menulis kartu ucapan selamat Natal dan Tahun Baru. Sebagai istri yang baik, wanita tersebut dengan semangat berhasil membuat 60 kartu. Ia merasa pasti akan menjadi berkat karena ditulis dengan kasih.

Namun hari berganti hari ,  3 hari setelahnya, 1 Minggu,...3 Minggu kartu itu masih ada hanya berkurang sedikit. Kartu-kartu itu berakhir di tong sampah.

Sang istri merasa kecewa sekali. "Tuhan, saya sudah mengerjakannya dengan susah payah, rasanya mau marah," jeritnya.

Sebenarnya yang dibutuhkan bukanlah penghargaan melainkan sekadar ucapan "Terima Kasih" rasanya itu cukup membayar semua.

Waktu itu sang istri mendapat kekuatan dari Tuhan karena jelas sekali Tuhan berkata, " Aku menghargai semua jerih payahnya menulis kartu itu, semua itu tidak sia-sia.
Kamu melakukannya untuk Aku, terimakasih anakKu."

Sang istri itu merasakan damai luar biasa dan kecintaannya pada Tuhan bertambah besar karena Tuhan tahu betul perasaannya.

Tuhan mengambil rasa kecewanya lewat FirmanNya , " Sebab imam besar yang kita punyai bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa"(Ibrani 4:15).

Dikatakannya bahwa lewat kejadian itu ia bersyukur memiliki pengalaman sembuh dari problem emosi.
Tuhan memampukannya mengampuni.
Tuhan menjadikannya melihat bahwa apa yang dilakukanya bukan untuk manusia saja melainkan untuk Tuhan.

Lewat cerita di atas aku juga dapat berkat. Karena apa yang aku bagikan kadang ingin direspon positif.  Tapi malam ini aku diingatkan melihat apa yang aku lakukan bukan untuk manusia saja melainkan bagi Tuhan. Belajar hidup rendah hati.
Kadang masalah sepele seperti zaman sekarang wa lama direspon kita menjadi tidak sabar atau sedikitnya kesal.
Tapi hari ini aku diingatkan hal yang baik. Belajar hidup rendah hati.

Sukacita yang kita peroleh harus bisa kita pertahankan karena pikiran itu bisa tiba-tiba seperti channel TV lho, eh tiba tiba ganti saluran atau ada gangguan iklan. Seperti pikiran atau perasaan sukacita malah ganti pikiran aneh.
Kalau sudah begitu belajar switch lagi ke positif thinking.

Kalau perlu kita ucapkan kata-kata baik, yang menjadi berkat bagi diri kita atau waktu bisa kita pakai hal-hal berguna misal sempatkan belajar Firman atau berdoa.
Saat kita enjoy punya waktu dengan Tuhan maka hati kita tambah tenang dan semakin percaya akan kasih karunia Nya.

Seperti tadi pagi sampai siang sukacita rasanya melayani di bazar baju di acara gereja tapi pulang ke rumah ada lho beberapa saat kurang puas akan sesuatu hal.

Puji Tuhan ada aktivitas positif seperti : tetap bersyukur, bisa beresin kamar, denger khotbah di YouTube, ada sharing teman yang memberi kekuatan dll.


Catatan kecil hari ini sempat ditinggal sejenak karena ada doa malam jam 9 di gereja.
Doa bersama diawali Rosario dan Doa Devosi Hati Kudus Yesus.

Puji Tuhan, ketika berdoa , Tuhan kembali ingatkan aku bahwa sebelum sosok manusia mengasihimu, Tuhan sudah terlebih dahulu mengasihiku, mengasihi kita dengan sempurna.

"Terimakasih Tuhan", ditambah teladan Bunda yang berkata, "Terjadilah padaku menurut apa yang Kau kehendaki."
Lukas 1:38 Kata Maria : "Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu." ...

Lalu lewat doa Bapa Kami pun kita selalu belajar mengampuni dan banyak hal yang kita dapat dari doa yang Tuhan Yesus ajarkan sendiri.

Jadi catatan special di hari Minggu ini
mari kita tutup dengan doa Bapa Kami


Tuhan Yesus mengajarkan

Karena itu berdoalah demikian:

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,  datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.  Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya  dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;  dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]
Matius 6:9‭-‬13 TB

Setiap kali denger pujian di bawah ini benar-benar diingatkan bahwa kita bukan apa-apa di hadapan Tuhan.








Comments

Popular posts from this blog

Doa Legio Maria, Doa Tessera, Doa Catena Legionis, Doa Untuk Memohon Beatifikasi Hamba Allah Frank Duff

Retret Awal Lembah Karmel Cikanyere, My diary with God part 90

Catatan bersama Tuhan part 59 : Loh Hati